Finansial

Ketahui, Inilah Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK

Ketahui, Inilah Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK

Freeproject.info - Maraknya penawaran pembiayaan pinjaman melalui platform digital mendorong pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bertindak. Anda sebagai masyarakat jangan mau tertipu, ada beberapa Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK yang perlu anda ketahui.

Satgas Waspada Investasi (SWI) bagian dari OJK sejak 2018 hingga tahun ini telah menutup 3.365 fintech lending peer-to-peer atau pinjaman online (pinjol) ilegal yang dapat membahayakan kepada masyarakat.

Peminjaman ilegal seringkali mengganggu orang-orang yang mencoba atau terjebak ketika meminjam uang ini, mulai dari ancaman teroris hingga intimidasi kekerasan.

OJK terus mengedukasi masyarakat tentang perbedaan pinjam meminjam yang legal dan yang ilegal. Namun, sebelum mengetahui Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK, OJK mengingatkan masyarakat untuk terlebih dahulu mengecek legalitas pinjaman dengan berbagai cara.

Anda bisa mengunjungi website OJK atau menghubungi layanan berbagai nomor seluler. Sebelum menggunakan layanan fintech, pastikan dulu legalitasnya. Jangan tertipu oleh hal-hal palsu dan ilegal. Usahakan jika ingin mengajukan pinjaman online untuk tetap memilih pinjol resmi OJK bunga rendah.

Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK

OJK atau hubungi OJK Contact 157 @kontak157 melalui telepon 157, whatsapp 08117157157 atau email [email protected],” tulis pejabat OJK dalam keterangan resmi akun Instagram, Selasa (27/7/2021). Mengenai Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK, berikut adalah ciri-cirinya:

1. Legalitas dan Identitas

Pemberi pinjaman non-legal tidak memiliki izin resmi, sedangkan pemberi pinjaman legal terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Peminjaman ilegal tidak memiliki identitas manajerial dan alamat kantor yang jelas. Meskipun itu legal, pastikan untuk memiliki alamat manajemen dan kantor yang jelas.

2. Bunga dan Biaya

Dalam pinjaman ilegal, informasi tentang bunga atau biaya pinjaman dan denda tidak jelas. Sedangkan dalam legal lending, informasi mengenai biaya pinjaman dan dendanya transparan.

Bunga atau biaya pinjaman tidak dibatasi jika Anda memilih pinjaman ilegal. Seperti halnya pinjaman legal, total biaya pinjaman maksimal 0,8 persen per hari.

Jika Anda memilih pinjaman ilegal, jumlah total yang dikembalikan termasuk denda tidak akan dibatasi. Sedangkan pinjaman legal, hasil maksimal termasuk penalti 100 persen sesuai pinjaman dasar untuk pinjaman hingga 24 bulan.

3. Keamanan Data

Peminjam ilegal dapat mengakses semua data di ponsel peminjam. Padahal, pinjaman legal hanya menjangkau kamera, mikrofon, dan situs peminjam. Risiko yang akan dihadapi peminjam jika berniat meminjam uang dari lembaga pemberi pinjaman ilegal, yang berkisar dari ancaman terorisme kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik dan penyebaran foto atau video pribadi.

Berbeda dengan pinjaman legal, peminjam yang tidak dapat membayar kembali setelah tenggat waktu 90 hari akan di-blacklist oleh Fintech Data Center sehingga peminjam tidak dapat meminjam uang dari platform fintech lainnya.

4. Layanan Pengaduan

Pinjol ilegal tidak menyediakan layanan pengaduan, sedangkan Pinjol legal memiliki layanan pengaduan konsumen. Pemberi pinjaman ilegal sering memberikan pinjaman melalui pesan teks, WhatsApp atau saluran pribadi tanpa izin. Sebaliknya, Pinjol Legal tidak pernah menyampaikan melalui jalur komunikasi pribadi.

Untuk pinjaman ilegal, pegawai atau lembaga penagih tidak memiliki surat tagihan yang diterbitkan oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFPI) atau badan yang ditunjuk oleh AFPI. Tidak seperti pinjaman legal, layanan penagihan harus memiliki sertifikat penagihan yang dikeluarkan oleh AFP.

Itulah pembahasan singkat dari kami mengenai Perbedaan Pinjaman Ilegal dan Pinjaman OJK yang bisa anda ingat sebelum memilih pinjaman online. Semoga bermanfaat dan dapat membantu menambah wawasan anda.

Join Our Newsletter

Dapatkan update terbaru